Wednesday, August 19, 2015

Akibat Lonjakan Harga Sawit Masyarakat Banyak yg Terlilit Hutang


Beberapa ratus Kepala Keluarga (KK) di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu, terancam kehilangan mata pencaharian & terlilit utang. Pasalnya, mulai sejak satu bulan paling akhir harga Tandan Buah Fresh (TBS) anjlok sampai Rp500 per kg (kg).

" Sejumlah 99 % warga disini berkebun sawit. Mulai sejak harga TBS anjlok, 283 Kepala Keluarga terancam kehilangan mata pencaharian & terlilit hutang, " kata Bekas Kepala Desa Gajah Mati, Bahrun, pada Okezone, Rabu (19/8/2015).

Mulai sejak harga TBS anjlok, orang-orang yang sampai kini meminjam duit di bank, credit sepeda motor terancam tak dibayar. Terlebih, kata dia, bila tak ada antisipasi dari pemerintah jadi tak tutup kemungkinan credit sepeda motor itu terancam tak dibayar demikian pun bersama cicilan bln. utang di bank.

" Pada awal mulanya harga Rp 1. 200 per kg. Saya tak tahu dengan cara persis pemicu anjloknya harga TBS, " terang Bahrun.

Dia memberikan, saat sebelum harga TBS anjlok, harga TBS pernah meraih Rp 1. 200 per kg. Dari harga itu, kata dia, petani dapat berpendapatan Rp3 juta per bln. per 2 Hektare. " Profesi lain warga di Desa Gajah Mati tak ada. Maka dari itu, warga sini bingung mulai sejak harga TBS anjlok, " sekian Bahrun.